[Ficlet] SOMETHING

something copy

Pairing : (BTS) Seokjin;(OC) Rin with (BTS) Jimin | Genre : fluff, AU | Rating : G | Lenght : Ficlet

Script Writer : Hyun’s21


         Baiklah, hari ini di kawasan tengah taman kota sepertinya akan ada sebuah keramaian kecil. Rencana itu datang tiba-tiba, ya..ide yang berniat memberi sebuah hiburan kecil di tengah keramaian yang kadang terasa suntuk.

Dia sangat mencintai melodi indah dari sebuah musik yang di mainkan setiap orang, untuk itu.. karena rasa cintanya pada musik, ia ingin berbagi kalau musik ini jelas-jelas akan membuat mereka damai dan sejuk.

            “Kamu.. dimana?”

Kepalanya ikut menoleh arah kiri dan kanan ketika seseorang di seberang sana menanyakan keberadaanya. Seokjin.. tidak akan memberitahu kalau dia saja belum sampai tempat yang menjadi tujuanya. “Biarkan saja dia menunggu..” lelaki itu tersenyum usil lalu menjinjing gitarnya lagi ke suatu tempat.

            “Tumben sekali kau mau mengunjungiku pagi-pagi begini?” kasir itu terlihat sedikit merapikan kerah kaus bergaris navy-nya. Ya.. sepertinya dia tidak biasa melihat pelanggan seperti seok jin datang kemari di jam sarapan orang-orang.

            “Kau merindukan ku, huh?” seringai kecil terukir cepat di barisan bibir seokjin. Tuan kasir itu benar-benar memiliki tingkat kepercayaan diri yang menjulang tinggi.

            “Aku mencari sesuatu.. yang unik dan simpel untuk seseorang, bisakah kau mencarinya untuku?”

            “Hey bung!” kali ini tuan kasir bernama lengkap park jimin itu menepuk bahu seok jin tegas. “Bagaimana aku tahu barang yang sedang kau cari itu seperti apa, kalau aku saja tidak tahu jenis kelamin siapa yang akan kau beri barang macam itu!” seokjin terkekeh, lalu mengangguk benar. Hari ini tuan kasir yang sudah menjadi temanya beberapa tahun ini telah mendapatkan kemenangan atas kalimatnya yang jelas.

            “Ah.. kau mencari barang itu untuk rin, bukan?”

Dia terlalu jujur, jimin selalu benar menebak. dan setelah tebakan itu benar—wajah seokjin akan menjadi merah padam seperti udang rebus. Kalaupun begitu, ya wajar saja.. pasalnya meski sudah memiliki hubungan dengan rin hampir 2 tahun. Seokjin masih saja sering tidak peka terhadap dirinya, dan terkadang tidak mau mengakui kalau dirinya ini sebenarnya adalah pria di level romantis. Namun, walaupun dia menyadari dirinya memiliki kemampuan seperti itu.. tetap saja dia adalah lelaki yang pemalu kalau sudah berhadapan dengan rin, apalagi soal memberinya hadiah. Tipekal cool tapi.. ah sudahlah..

            “Aku memiliki ini, mereka cantik bukan? Ada dua pasang. Rin bisa memakainya bergantian..” belum sempat jimin melanjutkan kalimat, lelaki itu sudah mengangguk paham dan melemparkan tatapan sebuah arti bahwa dirinya sudah sangat paham dan biarkan barang itu terbungkus oleh kotak kecil dengan pita, maka setelah itu seok jin akan memberikan sejumlah nominal yang dibutuhkan jimin.

            Semua orang bisa merasakan lantunan musik yang sedang mengalun merdu. Mereka akan menggerakan bagian tertentu atau kepala misalnya, yang sering di gerakan untuk mengekspresikan betapa indahnya lagu yang mengalun di telinga mereka. Ya, seperti saat ini.. jemari seokjin yang cekatan masih menari di atas senar gitar sembari kakinya tersilang rapi. Juga, dia sangat handal membuat semua orang terpaku dengan suara merdu-nya.

Inilah yang ia maksud, berbagi cinta lewat musik..itu sangat menyenangkan. Halaman taman itu begitu senyap, sehingga hanya ada gemercik air mancur yang sedari tadi mengikuti irama petikan senar gitarnya.

Begitu halnya dengan gadis di seberang sana, gadis yang mengenakan rok biru muda selutut dan kaus longgar berkancing dengan ikatan rambut gelombangnya seperti ekor kuda. Dia begitu tenang ketika lelaki itu tengah berkonversasi bersama gitar kesayanganya di hadapan beberapa orang. Tanpa sadar ia berjalan mendekati area sang lelaki, terik matahari di jam 9 ke atas ikut menyorot ke arah rin.

Bibir mungilnya yang tersenyum cantik membuat beberapa orang terkesiap kaget. Dalam arti, bagaimana bisa rin berani berdiri di hadapan lelaki itu dengan tampang menggemaskan seperti sekarang. seiring petikan senar berhenti, seokjin mulai mendongak pada gadis itu.

            “Awalnya aku berniat memarahimu, tapi.. sudahlah!”

Suara tepuk tangan juga sorakan kekaguman membuat pasangan itu makin malu mengakui kalau posisi mereka saat ini tidaklah benar.

            “Maaf.. aku pasti membuatmu malu..”

            “Apa maksudmu?” rin meletakan lengan kananya pada bahu seokjin seraya masih lekat maniknya menetap di bola mata pria itu. “Aku senang melihatmu bisa melakukan hal semacam ini!”.

            “Apa?”

            “Apanya yang apa huh? Kamu ini selalu begitu! apa kamu tidak mengerti maksudku, hm?” yah.. bagaimapun juga, rin. Kekasihmu itu selalu tidak mau mengakui kalau dirinya ini memang bisa memikat hatimu melalui berbagai macam caranya. Bukan, maksudku.. hidupnya terlalu banyak dengan kepura-puraan. Ah, kurasa tidak juga.. ya, dalam arti hanya sedang bersamamu saja.

            “Huh? Ya.. aku mengerti, tapi seharusnya kau tahu aku ini seperti apa-kan?” lagi, wajahnya memerah dan kini malah membalik arah dari rin; sedikit menjauh.

Lantas dia kembali berbalik “Ini untukmu! Jimin bilang itu akan sangat cantik bila digunakan bergantian!” lelaki itu kembali ke posisi tadi dan melangkah sedikit demi sedikit untuk menjauh dari pijakanya tadi.

Karena ia tahu, gadisnya itu pasti akan mengejeknya habis-habisan. Tapi.. kalau seokjin berniat untuk membalik punggung sedikit—saja! mungkin dia bisa tak sadarkan diri melihat sosok gadisnya tengah tersenyum memakai jepit rambut berpita warna biru muda itu di bilah kiri rambutnya.

            “Jin-a!!”

            “Apa?”

            “Berbaliklah..!”

Ya, mungkin juga rin sudah mengikis jengkal kaki mereka sedari tadi. Toh.. sekarang ternyata dia sudah berada di posisi yang sangat dekat dengan seokjin.

            “Jin-a!! Ayolah..!!”
“Er.. ba—“ “Iklah..”

            “Bagaimana?”
“Cantik!!” Oops.. kau mengatakanya, jin!.

            “Apa? akhirnya kau mengakui juga kalau aku ini cantik, huh..”

            “Ya?”

            “Selamat hari jadi kita untuk kedua tahun ini, jin-a!”

#Chu…

Fin~

Iklan

4 thoughts on “[Ficlet] SOMETHING

    1. Gomawo.. 😀 Iya jarang? aku suka bgt gunain dia pake cast. soalnya bias juga.. :v ngomong2 makasih buat komentarnya, kamu org pertama yg koment ff aku. 😀 jgn bosen2 buat koment ya.. 😀 wkkks

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s