[Ficlet] For You

jkook copy

(BTS) Jeon jungkook; OC’s Jane with All member BTS | Sad, Fluff, AU |PG-15 

Scriptwriter

junlois

Soundtrack by. BTS – For You

Letter : Happy Birthday jeon jungkook ^_^ semoga kamu makin kiyut sebagai maknae. Sukses selalu ya, nak :v

Selamat membaca ^^


Jungkook kecil, dulu pernah merengek minta naik komedi putar kepada sang ibu, kala ia menghabiskan waktu libur sekolahnya bersama keluarga. Jungkook kecil pernah juga terjatuh dari badan komedi putar saat dimana ia tengah asik meoloncat-loncat kegirangan. Luka-luka serius pernah di alaminya, apalagi pada bagian kepala. Itu—adalah peristiwa dimana sang ibu tak henti-hentinya menangisi jungkook di depan pintu ruang operasi.

Tetapi jungkook yang sekarang sepenuhnya sadar betul masa-masa kecilnya begitu nakal dan melelahkan. Berjalan sambil mengantongi kedua tangan di balik saku celana lalu memanah komedi putar yang pernah ia rutuki dahulu itu—kini seakan membuatnya geli dan ingin sekali tertawa lebar mengingatnya.

Sungguh, Jungkook rindu masa-masa kecilnya yang seperti itu..

“Kita makan?” ah, bagaimana kalau ku beritahu siapa dia. yah… setidaknya bonus jadi anak yang baik di masa remaja adalah karunia tuhan di berikan langsung kepada Jungkook sekarang ini. mendapatkan gadis secantik dan juga sebaik Jane? Oh ayolah, beberapa lelaki pernah memuja gadis itu dan berencana merebutnya dari jungkook. apa daya pada kalian semua? Jane kini milik jungkook seorang.

Jane menghampiri sambil masih menjinjing keranjang rotan berisi makan siang mereka, sengaja sudah Jane siapkan dari subuh buta sebelum memijakan diri di ranah bermain ini.

“Hm, mengunjungi tempat ini lagi?”

“Hanya sebentar, kok” ujar Jungkook lirih.

“Ada apa? aku tidak berusaha melarangmu, lho!”

“Ya, aku tahu tapi masalahnya—“

“Masalahnya, kamu rindu semua itu ‘kan?” sambung Jane menggoda sambil bermimik serius. Jungkook lekas menyahut “Tapi ibu, Jane..”

“Aku tahu, tapi bibi sudah beristirahat lebih tenang disana. kamu hanya di perbolehkan mendoakannya secara berkala..” Jungkook mengangguk paham, ia membidik sayu wajah Jane “Untuk itu, keberadaanmu disini sungguh ku hargai. kumohon! jangan pernah berpaling dari hadapanku, ya?”. Meraih lengan jane dan mengecupnya singkat barang menenangkan suasana, Jungkook terus memaksa agar dirinya tak mengeluarkan kristal bening dari pelupuk matanya.

“Percaya padaku, aku masih setia disini. jadi, kamu juga tidak usah kuatir seperti itu!”

Pelukan singkat yang di beri jane adalah obat Jungkook kala ia merasa rindu dekapan  sang ibu. Hanya jane yang bisa membuatnya tenang serta membuatnya tetap aman. Selebihnya, juga sejujurnya Jungkook hanyalah sebatang kara, keluarga yang dulu sempat mengelilinginya hangat sekarang sudah tiada dan tak tersisa sejak insiden kecelakaan tahun 2010 silam. Benar, karena kejadian itu—ia pernah mengalami keterpurukan berjangka lama. pasalnya saat jungkook kehilangan mereka, ia merasa benar-benar sendiri di dunia kejam ini.

lalu untuk apa hidup? Toh, tak ada bedanya, bukan? pikir Jungkook kala itu. Tetapi bukan waktu dimana Jungkook memikirkan harus ikut mati bersama mereka, tuhan memiliki rencana lain di balik itu semua. Tuhan mengirim malaikat secantik juga sebaik Jane. Penawar yang mampu membuat Jungkook merasa layak kembali menjalani aktivitas seperti biasanya; bersekolah rajin, mengerjakan perkerjaan rumah, tugas sekolah, bahkan bermain bersama teman-temanya di warung online adalah kehidupan sebelumnya yang pernah di alami Jungkook.

Seiring menginjak masa remaja, Jungkook merasa jane adalah gadis yang layak ia nikahi di masa depan. untuk itu, demi melindungi Jane. Jungkook bertekad akan meminangnya di pelaminan suatu saat. Yah.. suatu saat nanti..

“Baiklah, sudah saatnya mengakhiri kesedihan ini! sekarang waktu dimana seorang Jeon Jungkook menerima hadiah ulang tahun dariku, bukan begitu?” hibur jane, mengelus surai jungkook perlahan.

“Kira-kira apa ya? aku jadi penasaran?” oh, sekarang Jungkook seolah sudah berani melempar wajah manisnya. “Hihi.. kamu hanya perlu memasang ikat penutup mata ini, kok”.

Dalam hitungan detik, kedua penglihatan Jungkook sudah menjadi gelap lantaran tertutup kain warna hitam tersebut. lalu kemudian rencana Jane selanjutnya adalah menggiring Jungkook ke tempat yang sudah ia sediakan sejak kemarin oleh sang petugas taman bermain.

Hening, dan—

“Jane, kenapa disini sepi sekali? sebenarnya kamu membawaku kemana, sih??” di balik punggung lengan, jane terkekeh geli.

“Jangan mengintip, Jungkook-a!”

“Aku tidak mengin—“

“Baik, sekarang kamu boleh membukanya!”

Awalnya memang terasa hening, alih-alih suara berat banyak orang membuat Jungkook terkesiap. Kejutan tak terduga, teman-teman sekolahnya berada beberapa jengkal di hadapan Jungkook serta tengah memegang spanduk bertuliskan ‘Selamat ulang tahun Jeon Jungkook’. tidak hanya itu tanpa di ketahui, jane kini sudah berhasil menimang kue tart bertuliskan nama Jungkook juga angka usianya yang menginjak sembilan belas tahun, oh ya.. ada beberapa lilin pula yang mengelilingi tart tersebut.

Ah, itu adalah hadiah paling terindah yang pernah Jungkook lihat.

Di taman beralaskan rumput-rumput hijau ini, Jungkook tak hentinya berdecak kagum sambil terus mengedar ke arah penjuru taman ada; konter es krim, lollipop, permen kapas, juga teman-temannya yang menikmati suasana ini.

Sungguh! jane berhasil mengundang mereka semua, dan itu membuat Jungkook berterimakasih sekali padanya. Atas semua yang pernah ia lakukan dari dulu sampai sekarang.

“Terimakasih semua..”

“Gadismu yang layak menerima kata-kata itu, Jungkook-a!” sahut Namjoon tengah berkacak pinggang, salut. akan melihat pasangan yang terbilang romantis itu.

“Seharusnya kamu memeluknya..” itu Taehyung, omong-omong.

“Atau memberinya ciuman, begitu?” timpal Jimin kali ini, tak ingin kalah dari teman-temannya.

“Dia tidak bisa melakukan itu secara terang-terangan di hadapan kita, dia cuma bis—“ belum sempat yoongi lanjut mengolok, kejadian semula yang tidak pernah akan di percayai Yoongi baru saja terjadi sesungguhnya.

“Oh, astaga! dia benar-benar menciumnya!!” jerit Hoseok menjambak rambutnya, gemas.

Dan di sudut lain seokjin tersenyum juga lalu ikut menimpali “Dia sekarang bahkan sudah memeluknya, ah—dia benar-benar sudah gila!”

“Kalau gila karena jane sih, aku terima-terima saja. tapi—kalau gila karena kalian! Aku akan meremas dan memanggang kalian sampai habis!”

“Uuu.. menakutkan!” Jimin lagi, menyahut dengan nada ketakutan yang di buat-buat. ah—mereka memang sama saja.

“Sudah-sudah, sekarang kembali nikmati lagi jamuannya. ya?”

“Jane, tanpa kamu suruh saja kita memang sudah berniat mengantungi mereka ke dalam baju jin hyung!”

“Apa?” manik Jin berkilat tajam.

“Ah jangan hiraukan, selesaikan aksi kalian! aku tidak akan melihat, sungguh!”

Maka berakhir bahagia sudah kejutan dari jane untuk Jungkook, dan kalian tahu? kala teman-temannya sibuk kembali makan dengan berbagai kudapan manis disana, Jungkook tanpa henti mengecup terus dahi jane berkali-kali. menandakan bahwa ia sangat bahagia sekali hari ini.

Yah, setidaknya kata ini takkan lupa di ucap. untukmu Jane dari Jungkook…

 

“Terimakasih, sayang..”

 

 

 

 

 


Fin—

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s