[Ficlet] Candy Wishes

image

[BTS] Kim Taehyung [OC] Atari Park | G | AU, little fluff, school life | Ficlet

scriptwriter : junlois

 

“Intinya tak perlu hadiah mahal-mahal segala”

 

.

.

.

 

“Duduk!”

Siapa bilang Atari akan menyuruh Taehyung lari keliling lapangan sebanyak puluhan putaran. Sangkanya ia cuma menyuruh Taehyung duduk di bahu tangga naik yang terhubung ke halaman sekolah.

“Kenapa diam, hm?” Menepuk kembali tempat kosong itu selagi alisnya sibuk terjengit lantaran Taehyung malah mematung menatapnya heran.

“Tidak biasanya kau bersikap ramah padaku?” Bidik Taehyung, memposisikan dirinya agar sejajar dengan sang gadis.

“Eng? Biasanya aku seperti ini, kok

“Ah tidak, biasanya kamu setiap hari menyuruhku lari memutari lapangan sebanyak dua puluh lima kali. belum lagi kalau aku ceroboh dalam latihan, Kamu tidak akan segan-segan menyeretku masuk ke toilet anak cowok dan menyodorkan dua tangkai atribut cleaning untuk ku gunakan tentunya. tapi..”

“Tapi?” Interupsi Atari dengan jengitan alisnya lagi.

“Tapi hari ini kau terlihat lebih lembut dari biasanya”

Tawanya kemudian menggelegar ke telinga Taehyung, begitu tahu sang pacar terlalu menilainya berlebihan.

Taehyung tahu bahwa kekasihnya ini seorang asisten dalam tim baseballnya. Akan tetapi sikap didik kerasnya terhadap Taehyung sendiri melebihi dari seorang pelatih baseball kebanyakan.

Lihat saja, setiap hari jika Taehyung lalai dalam berlatih. Atari dengan sigap akan membuat perjanjian sepulang sekolah untuk menghukum Taehyung seorang. Hanya dia seorang! Rekan yang lainnya tak ikut andil.

Atari seperti itu semerta-merta hanya menunaikan pesan dari Ayah Taehyung. Pesan dari seorang mantan atlet baseball nasional kebanggaan distrik busan. Jadi, bukan hal yang lumrah jika kau melihat Atari begitu kasar terhadap Taehyung sendiri. Ia cuma menuruti kata-kata paman Kim saja kok.

Iya, pada dasarnya Atari pemilik kepribadian lembut. Asli baik dan tak suka kekerasan.

Ia balik berdeham, memutar sedikit posisinya agar berhadap-hadapan dengan Taehyung di seberang.

“Jadi… menurutmu hari ini aku aneh sekali, huh?”

Ditanya demikian, Taehyung cuma menggaruk asal tengkuknya dan berupaya mencari atensi ke arah lain.

“Kim Taehyung yang kukenal juga biasanya tidak pernah mengeluh kalau melihatku selembut ini, benar kan?”

“Eh? Itu kan bukan keluhan! Aku cuma bertanya semacam tadi. Jadi tidak ada kata keluhan segala, Tari-ya!”

Atari terkekeh kembali, sejenak membuang muka ke belakang hingga meraup napasnya berkali-kali.

Ya! Jelaskan! Ada apa denganmu?”

“Aku?” ulang Atari dengan nada remeh.

“Iya, serius! Aku lebih baik di suruh keliling lapangan seratus putaran di banding harus melihatmu seperti ini. Aneh!” Taehyung beranjak, hendak marah dan meninggalkan Atari.

Namun sejemang gumpalan tangannya terkunci akan sesuatu. Ia sigap menilik sosok Atari tengah menjungkitkan alis berkali-kali sembari tersenyum manis seperti…

“Permen?”

“Iya, permen..” Imbuh Atari cepat, ikut beranjak dan memegang pergelangan Taehyung yang telah di isi tiga tangkai permen lollipop.

“Tiga permen lollipop ini akan mengabulkan setiap tiga permohonan yang kau ucapkan”

“Maksudmu-ini?”

Atari mengangguk jawab sebagai bahasa tubuh atas pertanyaan Taehyung yang terdengar menggantung itu.
Ia kembali menyisipkan kata,

“Hanya berlaku sampai jam dua belas malam nanti. dan Aku akan mengabulkan setiap permohonan dari tiga tangkai lollipop itu” kuluman senyum terpatri di balik tundukkannya selagi dua kaki sengaja menggesek-gesek kasar permukaan muka tangga.

Lantas dengan Taehyung, pun ia terbahak kemudian. Mengelus-elus perut yang katanya agak geli karena melihat perlakuan Atari semacam orang baru belajar romantisme.

Ya! Kamu malah terlihat lucu kalau seperti itu.”

“Huh?” Ulangnya, sedikit mengerucut bibir menatap semburat Taehyung yang menyinggung tingkahnya saat ini.

“Begini,
Mula-mula Taehyung merangkul bahu Atari. lalu melanjutkan kembali rangkaiannya berupa..
“Aku hanya ingin mengatakan beribu-ribu terimakasih, Tari-ya. Berkat dirimu hari ini aku bisa tertawa..”

Atari mengembung pipi dan lekas menepis kasar sampiran tangan Taehyung di kedua gunduk bahunya.

“Ya sudah, kembalikan permen itu sini! Tadinya aku berniat menghadiahimu sesuatu, tapi kau malah… argh, aku marah Taehyung-a!”

Lagi-lagi Taehyung tertawa renyah melihat kepergian Atari yang marah akan dirinya. Lamat-lamat pun tungkainya bergegas menyusul dan menghalangi langkah Atari dengan tingkah gemas.

“Serius tidak dengan kata-katamu? Kalau tidak, permen ini biar ku museumkan di akuarium Nemo

“Sangat tidak lucu, minggir!”

“Baiklah, apa aku boleh menggunakan salah satu dari mereka saat ini, huh?”

Langkah Atari lantas tercekat, barang mendengar penuturan Taehyung yang mulai terdengar nada seriusnya. Ia mendongak memastikan, mendesah upaya mempersilakan Taehyung segera mengatakan permohonan pertamanya.

“Katakan, apa?” Tantangnya.

Eum, Apa ya?” Katup telunjuk Taehyung pada dagunya. Seolah-olah memikirkan sesuatu.

“Jangan lama-lama! Moodku mulai pudar melihat tingkahmu yang konyol ini!”

“Kalau ku bilang cium bagaimana?”

Merasa tersentak, Atari gelagapan seketika dan menatap Taehyung ragu-ragu.

“I-itu terlalu b-berlebihan, Bodoh!”

“Ya sudah, aku marah!”

“Y-ya! Kenapa jadi kamu yang marah?!”

“Habisnya, kau terla–“

chu

Belum apa-apa, nyatanya pipi kanan Taehyung sudah bersemu kemerahan lantaran kaget sekaligus tersentuh melihat apa yang baru saja di lakukan sang gadis barusan.

“Jadi, selesai sudah permohonanmu yang pertama. Tersisa dua, Tae! Dan kau jangan menyuruhku bertingkah bodoh seperti tadi lagi!”

“Tapi, aku mau lagi!” Rengek Taehyung menjinjit-jinjit kaki jenjangnya.

“Tidak! Cukup satu kali saja, Taehyung-a!”

“Kalau begitu permintaan kedua ku, ciuman di bibir deh. Boleh ya? Eung? eung?”

“Ya! Gila kau!!!”


 

 

 

 

 

Fin

n/a : Happy Birthday abang Kim Tae ^_^ ini fic asem emang, tapi di persembahkan untukmu bang. ^_^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s