[Ficlet] a Night for Yoo

anightforyoo

a ficlet by junlois

[B.A.P] Youngjae x [OC] Yun Bi (Yoo sibling story)

AU, Bromance | General

“Jangan berubah ya, kak”

.

.

.

“Aku siapkan dulu,”
Suara percikan minyak dari bilik dapur masih beroperasi di muka wajan. Sejak pukul delapan pagi hingga pukul sembilan malam, kedai kecil-kecilan itu masih senantiasa buka.

“Ayam goreng siap antar!” Seru Youngjae, menaruh pelan satu kantong pesanan tersebut di meja bar.

“Huh, kemana dia?” Celingukan ke penjuru arah. Faktanya Youngjae baru saja kehilangan seseorang.

Hati-hati ia membuka pintu dapur, lalu melepas sejemang celemek yang menempel keren di badannya.

“Yunbi-ya?”
Yang di sahut nyatanya masih enggan menampakkan diri.

“Jam sebelas?”
Melihat sekitarnya, memang terlampau sepi. pantas pula sejak tadi tak ada satu orang pun memasuki kedai tersebut.

Lantas yang memesan ayam tadi siapa?

“Kak!”
Alih-alih Youngjae memutar bahu kebelakang sambil mengusap tengkuknya merinding.
Dan,

“Ya tuhan!” Ia terperanjat kaget mendapati sang adik telah berlumur masker di seluruh permukaan wajahnya.

Ya! Kaubilang ada pesanan. nyatanya sekarang sudah jam sebelas.”

“Memangnya kalau jam sebelas kenapa?”
Terbiasa di tanya semacam gelagat nenek-nenek. Yunbi tak begitu ambil peduli.
Lantas ia beralih ke bilik dapur sekadar mengambil sesuatu di dalam kulkas.

“Ayam itu aku yang pesan.” Kata Yunbi sembari membuka satu kaleng soda dan menelaah sejemang ekspresi Youngjae tak habis pikir di ujung bangku duduk.

“Kamu kan bisa goreng sendiri.”
Tak terima bahwa waktu lengangnya malam ini harus terbuang lantaran ulah sang adik. Kali ini Youngjae benar-benar merasa menyesal.

“Itu beda, rasanya beda kalau bukan dari seseorang yang akan merayakan hari jadinya malam ini.” senyum Yunbi terpatri kemudian. bersamaan itu pula Youngjae terperangah kaget berucap, “Apa?”

Muncul lah tiga tumpuk macaron cokelat di atas piring, sempurna berhias satu lilin telah menyihir keheningan.

Anggap saja suara kendaraan diluar sana berlalu senyap seiring langkah perlahan Yunbi menghampiri Youngjae di tepi meja duduknya.

“Selamat untuk hari jadimu, kak.”

“Baru jam se-”

 

Teng…

 

“Jam dua belas tepat, Yey!” Seru Yunbi, menatap lekat sang kakak seraya menangkup dagu dengan dua belah tangannya.

“Buatlah permohonan!”

“T-tapi,” cuma suara ssht yang keluar dari mulut Yunbi selagi dirinya mengamati Youngjae di seberang meja tengah bergerak memulai ritual permohonan.

Satu menit berlalu, tiupan ringan dari mulutnya pun meluncur, mengusir api kecil di atas lilin tersebut.

 

“Terimakasih, Yunbi-ya” jujur, Youngjae tak begitu banyak kata untuk mengapresiasikan perbuatan Yunbi sekarang ini. semuanya cukup sempurna dan mungkin ia cuma bisa berbagi tatap banyak terimakasih pada sang adik.

 

“Ah, berhenti menatapku seperti itu!”

 

Kiranya tahun ini adalah tahun paling romantis bagi pasangan kakak beradik seperti mereka. Kendati tak ada sosok ayah-ibu yang ikut merayakan. Toh, keduanya cukup bahagia. Terlebih pada Youngjae, niatnya yang akan mengajak Yunbi pergi ke restoran untuk merayakan hari jadinya disana. Alih-alih Yunbi telah lebih dulu membuat rancangan instimewa semacam ini.
Ia tak henti-henti tersenyum, tak tahan pula karena hanya melihatnya dari seberang. maka ia lekas menghampiri sambil meraih lembut tengkuk sang adik agar menubruk pelan dada bidangnya.

“Aku banyak mendoakanmu, kak.”
Mendesah, di iringi ritme jantung Youngjae. Gadis itu sedikit melakukan pergerakan kecil, mengusap pipi tirusnya dengan jari-jemari lain.

“Kupikir Yoo Yunbi tidak cengeng, tapi ternyata.. kamu lebih cengeng dari Jimin teman sekelasmu.”

Ya! Jangan sama kan aku dengan dia.”

“Eum, baiklah. Karena aku tidak sempat mengajakmu ke restoran. Ayam yang kau pesan tadi, bagaimana kita menyantapnya di rooftop, huh?”

“Setuju!”

“Okay, go go go!

 

Yup, hal yang paling mereka sukai adalah, menghabiskan waktu bersama di atas rooftop. Sembari bercengkerama dengan satu selimut tebal yang mengubur sebagian kakinya yang di tekuk.

Dan malam ini begitu beruntung. karena anak-anak bintang dari kejauhan tersenyum penuh kerlip, meninjau sepasang kakak beradik tersebut berbahagia satu sama lain.

Tidak pergi ke restoran pun, setidaknya disini jauh lebih baik. Di temani siulan angin malam, kerlip bintang, sinar bulan, juga satu kotak ayam goreng, dua kaleng cola dan tentunya obrolan manis tentang hari-hari mereka yang telah terlewati begitu baik.

Kuluman senyum Youngjae merekah lebar kemudian, tatkala mengingat betapa lucunya tingkah Yunbi saat masih kanak-kanak.

“Sifat ayah sepertinya memang sudah melekat padamu, ya?” Mendengar penuturan Youngjae seperti itu, Yunbi lantas mendesis kecil. Menyenggol sejenak tangan Youngjae yang baraktivitas mendekap lutut.

“Kakak juga. Cerewet itu memangnya sifat siapa lagi huh, kalau bukan ibu seorang.”
Keheningan yang awalnya bergelantungan, tiba-tiba pecah kemudian dengan suara bahak dari mulut kecil Youngjae dan disusul Yunbi tak kalah keras menyahut.

Linangan embun pula sempat menumpuk di pelipis. Entah karena keasikan tertawa atau mungkin karena hal lainnya. Jelas mereka, malam ini sungguh penuh haru sekaligus rindu terhadap dua orang terkasihnya di atas sana.

Yeah, keheningan pun kini berubah isak haru.
Tak ada tawa beberapa menit seperti tadi, yang ada-hanya tangis rindu di benak mereka masing-masing.

Menengadah ke atas langit pekat, lantas Yunbi mengakhiri tangis singkatnya. Sambil mendesah, sambil mengukir kembali senyum tipisnya yang mulai di amati Youngjae di samping kanan. ia sekadar ingin menyampaikan kata-kata kepada Youngjae berupa,

 

 

“Jangan berubah ya kak, tetaplah seperti ibu.”

 


 

.

fin.

n\a : rencana sih mau di publish tadi malem, eh malah mati listrik -_- huft, yasudah aku cuma mau ucapin Happy Yjae Day ^_^ #aDayforYoo

Iklan

One thought on “[Ficlet] a Night for Yoo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s