[Ficlet] A q u a r e l

image

a ficlet by junlois

Jungkook + Jane + Yoongi
childhood/friendship
General Audience
.
.
.

“Yah, warna hijaunya habis.”

Jungkook tekuk bibir mungilnya lantaran cat air yang diberikan sang ayah sebagai hadiah ulang tahun habis sudah ketika dipakai melukis bersama Jane.

Katakan bahwa Jane yang habiskan. Tapi Jungkook malah berputar balik darinya, menekuk lutut dan memeluknya sedih. Rasanya enggan sekali melihat warna hijau itu terlampau habis tak tersisa.

“Kamu kan bisa pakai warna lain, Jung.” Saran Jane, polos.

“Pohon itu harus warna hijau tahu!” Sahut Jungkook. Makin-makin mengerucut bibirnya, sebal.

“Ya sudah aku tanya Kak Yoongi dulu apa ada warna lain untuk pohon.”

Jane nyaris bangun, tapi Jungkook ikut berbalik sambil unjuk wajah manisnya biarpun tengah bersedih macam itu.

“Jane, aku ikut!!”

Mendesah, ia julurkan jemari mungilnya untuk meraih Jungkook yang masih berposisi duduk.

.
.
.

Hari ini minggu, Yoongi sibuk sekali mengelap sepeda silvernya di halaman.
Tak ada jadwal lain kalau bukan melakukan kegiatan cuci sepeda di hari libur. Memang, karena hari-hari biasa Yoongi gunakan kendara kayuhnya itu ke tempat manapun termasuk sekolah.

“Kak!”
Itu Jane, bersama Jungkook mereka hampiri lelaki bersurai mint itu.

Yoongi lantas terdongak serta-merta meninjau sepupu kecilnya yang menggandeng tetangganya, Jungkook.

“Ada apa?”
Aksi mengelap badan sepeda pun, Yoongi hentikan. Dan memutar arah jongkok selagi tangannya kini beralih memeras kain tersebut.

“Cat air kami habis!” rajuk Jane namun lekas di potong Jungkook berupa, “Jane yang menghabiskan warna hijauku, Kak!” Tuduh Jungkook, yang mengungkap fakta sebenarnya.

Semburat Jane berubah sebal dan memanyun bibir kendati Jungkook malah berkata demikian.

“Aku kan cuma pakai sedikit!”
Jane tak terima saja di adukan semacam tadi.

“Lalu, kenapa kalian mendatangiku hm?”

Mereka terdiam, jari-jari dimainkan. Kiranya ragu bertanya, takut-takut Yoongi malah tertawa.

“Begini.. apa-ada-warna pohon selain hijau, huh?”
Hampir-hampir Yoongi tersedak, namun lekas di kulum dengan bekap tangannya.

“Tuh kan tertawa!” Protes Jane, dilanjut Jungkook yang bergeleng ria bagai decak.

“Ey, tidak tertawa kok. Cuma menahannya saja.”

“Huh, apa bedanya!” Jungkook menyahut, kini menumpu tangan di tengah dada.

“Okay, kalau ku jawab tidak ada bagaimana?”

Keduanya adu tatap barang ekspektasi yang mereka tanam ternyata akan bernilai sia-sia.

“Kenapa?” Tanya Yoongi.

Rasanya ingin sekali tertawa lebar melihat adik-adik kecilnya terlampau bingung harus bagaimana.
pun di lain arah Yoongi merasa bersalah lantaran telah berbohong.

Mungkin jika Yoongi menjawabnya seperti ini,

“Hey… aku cuma bercanda, guys!”
Keduanya lantas berpaling kilat menatap Yoongi seserius mungkin.

“Warnanya apa kak?” Jungkook bertanya lebih dulu dengan dalih, tak sabar.

“Eum… apa ya?”
Tapi Yoongi malah mengatup telunjuknya ke dagu, seolah tengah berpikir.

“Warnanya…

Semua terlihat tak sabar dan seakan menuntut Yoongi dengan bola mata yg berbinar akan harap.

“Ah, masa kalian tidak tahu pohon maple!”
Sengaja Yoongi pancing, alih-alih agar anak itu lekas berpikir sekaligus melatih pengetahuannya.

Yoongi juga bukannya nakal karena mempermainkan anak kecil. Tapi ia hanya memberi sedikit petunjuk agar mereka mencari tahu dan mengingat apa yang telah mereka lihat di lingkungannya sendiri.

Lagi pula pohon itu terletak tak jauh dari pijakan. Tepat ada di belakang rumah, pohon itu berdiri kokoh masih menggugurkan daunnya yang berbentuk setengah bintang.

Manik Yoongi lekas melirik ke samping, sarat akan petunjuk. Dan Jungkook lebih dulu menebak lantas berlari ke belakang rumah.

“Ya! mau kemana!!” Seru Jane lantang.

“Tentu saja menemukan jawabannya, Jane.” Kata Yoongi menyeringai.

Oh, Jane baru ingat sesuatu. buru-buru ia berlari menyusul Jungkook yang kiranya telah sampai lebih dulu.

Benarkan perkiraan Jane.
Jungkook berhasil menemukan pohon itu. Dirinya berkacak pinggang selagi memompa napas berirama, mengamati daun-daun di atas ranting tersebut. Rimbun berwarna cerah dipadu kecokelatan, tidak hijau seperti yang lain kebanyakan.

“Lihat! Maple punya warna oranye Jane!”
Lantas gadis itu mengangguk setuju kendati ia masih tersengal, lelah.

“Nah, Ayo kita lanjutkan melukisnya!” Ajak Jungkook ramah, namun Jane terlampau lelah untuk mengatakan iya.

Sepulangnya mereka dari halaman, alih-alih material lukis mereka sungguh mengagumkan letaknya.
Tidak, ini lebih kepada kacau sekali.

Lihatlah! Sungguh berantakan!
Ada seseorang yang telah mengacau tempat ini.

Dan itu adalah…

“MINI!!!!”

(Kucing kesayangan Yoongi yang punya bulu putih.)


.

.fin

kalo iseng begini ni suka bikin yg gaje2 -_-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s