[Ficlet] In The Hole

image

a ficlet by junlois

Jungkook + Jimin
friendship/creepypasta | General

“Tolong! Aku kedinginan!”

.

.

Ada penggalian tanah di sudut taman kota. alih-alih saluran air mulai tersumbat akan sesuatu, maka pemerintah kota lekas ambil langkah.

Jungkook dan Jimin adalah dua anak paling aktif dalam hal bermain. Sepak bola masuk ke dalamnya, dan setiap sore mereka tak pernah absen mengunjungi lapangan taman kota.

Menjelang malam, anak-anak itu mulai bergegas pulang. guntur dari atas terdengar geram menyambar kesana sini. ditambah awan terlihat jauh lebih pekat dari biasanya. Kiranya genangan air yang menggumpal disana mulai tak dapat ditampung lagi. dalam hitungan menit, hujan turun cukup deras.

Menimpa daratan tanah yang baunya kian menyumpal hidung Jungkook dan Jimin di tengah tumpukan tabung beton.
Mereka terjebak hujan, mau tak mau berlindung sejenak hingga mereda kemudian.

“Jadi salurannya akan di perlebar ya?” Jungkook bertanya, guna meramaikan suasana. kepalanya meninjau serius galian tanah di seberang.

“Mereka bilang tidak menemukan apapun. Tapi air yang masuk selalu tersumbat.” imbuh Jimin. tangan memeluk dengkul lebih erat, pun menatap lurus sama halnya seperti Jungkook.

“Apa mereka sudah benar-benar memastikannya?” bibir mengkerut, maka Jungkook beranjak selagi tangan ikut berkacak di pinggang.

“Kau tidak berpikir akan mencoba kesana ‘kan?”

Bahu Jungkook mengedik, lantas ambil derap perlahan ke arah galian tersebut.

Lamat-lamat tungkai berhenti tepat di batas lingkaran. terdapat lubang cukup dalam akibat penggalian yang dilakukan selama dua hari berturut-turut. dan dua anak itu telah mengelilinginya dengan raut penasaran.

“Yang ku takutkan kita jatuh, karena hujan tengah berlangsung deras.”

“Berbeda denganku, yang ku takutkan justru ada seseorang bisa saja terjebak di dalam. Mungkin lebih membutuhkan bantuan kita.” ujar Jungkook, semburat serius begitu lekat. menatap lubang pekat di depannya selagi tatap bergulir ke arah Jimin, sekonyong-konyong memberi arti akurat.

“Kau mendengar sesuatu?”
Jungkook mengangguk. lantas mengangkat lima jari ke kuping kanan, guna menyelaraskan pendengaran. alih-alih Jimin mengikuti,

“Kau dengar?”

Fakta mungkin hening, yang terdengar gemericik hujan saling bersahutan membasahi keduanya. Tapi seiring Jungkook mendesis sembari telunjuk menempel di belah bibir, sayup-sayup suara dari bawah sana menyambar bahu Jimin, serentak menjadi bergedik.

“Y-ya! Sebaiknya kita pulang!” rajuknya. menatap Jungkook masih setia melebarkan daun telinga.

“Kita harus turun untuk memastikannya, Jim.”

“Itu terlalu berbahaya!”

“Kau benar-benar tidak kasihan dengannya, huh?”

Menimbang perkataan Jungkook barusan, sejenak Jimin menautkan jemari upaya mendorong rasa beraninya.

“Bagaimana?”

Tak begitu lama, Jimin lekas mengangguk pasti. di susul Jungkook yang telah berinisiatif terjun ke bawah dengan gaya hati-hati. Jimin mengikuti,
namun setengah dari perjalanan. seseorang menyahut sama persis seperti tadi berupa,

“Tolong! Aku kedinginan!”

Lantas dua minggu kemudian, lubang itu ditutup rapat. dan Jungkook juga Jimin tak pernah kembali ke rumah masing-masing setelah kejadian tersebut-berlalu-miris.


fin.

n/a : kurang jago sih buat beginian -_- mungkin terkesan garing. T_T ffhht

Iklan

6 thoughts on “[Ficlet] In The Hole

  1. Sumpah demi apapun!! Bahasanya…gak nahan banget!! Jadi, maksudnya, yang minta tolong itu kayak semacam hantu di lubang itu, dan ketika Jungkook dan Jimin masuk ke lubang, mereka jadi ‘tumbal’ dan yang minta tolong itu bebas, dan akhirnya Jungkook dan Jimin terjebak selamanya di lubang?

    OH MY GOD! Demi apapun ini, aku merinding bacanya. Kakak yang nulis Dormitorio di grup FB itu ‘kan? Aku naksir banget sama fanfict itu!! Bahasanya terlalu tinggi dan aku berasa pengen kolab bikin fanfict bareng kakak, cuman sayangnya, gak akan bisa karena fanfict aku itu jelek!

    Salken ya, aku 04 line~ Rei a.k.a Dinda.

    Disukai oleh 1 orang

    1. Alo dinda? ketemu junlois disini dengan 96L. jawabannya tepat sekali ya, pasti kamu anak yg cerdas. 😀 heum, selamat. ^_^ / iya aku yg nulis itu. apalah sebuah bahasa, kalo alurnya jelek atau bingungin orang huhu :’) / wah kolab? boleh dong… tapi jangan rendahin tulisanmu, nanti mereka nangis huhu~ :’) anyway makasi banget lho udah mampir… ^_^ ❤

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s